Derapperistiwa | Aceh Tamiang,

Zulhardi (42) Warga Dusun Keloneng Kampung Seunebok Punti Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang Bersama sang istri Farida Aliana (45) dan ketiga anaknya mendiami rumah miliknya yang tidak Layak huni sebagai tempat tinggal bersama keluarga kecilnya.

Saat pihak awa Media mendapatkan informasi dari masyarakat setempat bahwa ada salah satu warga dikampung tersebut, tinggal bersama keluarganya menempati rumah yang sudah tidak layak huni dan bisa dikatakan rumah yang ditempati Julhardi sudah hampir roboh.

Mendengar informasi tersebut, Pihak awak Media langsung meninjau kealamat yang dimaksud guna memastikan kondisi rumah dari Keluarga Zulhardi, Ternyata benar, saat sesampainya dikediaman keluarga tersebut, dari hasil pantauan, seluruh kondisi rumah terlihat sudah usang atau Lapuk, mulai dari dinding rumah hanya terbuat dari tepas yang sudah mulai melapuk, ditambah lagi atap rumah yang terbuat dari Daun Nipah sudah sangat memperhatinkan dan tidak layak lagi untuk digunakan, sehingga dengan kondisi atap rumah miliknya ditempel dengan menggunakan matrial seadanya berupa terpal bekas dan matrial seng bekas untuk menutupi agar tidak terjadi kebocoran ketika saat hujan turun.

Tidak hanya dinding dan atap rumah saja yang rusak, terlihat juga lantai rumah sampai kedapur masih beralasan tanah, hanya ruangan keluarga dan kamar saja yang berasalan Karpet usang untuk keluarga kecil tersebut bersantai.

saat Awak Media melakukan Konfirmasi, Zulhardi didampingi anaknya yang perempuan bungsunya Tri Dona Hardi usia 7 tahun mengatakan bahwa “Dirinya bekerja hanya menerima upah persen sebagai penimbang sawit dari agen yang ada di kampungnya, yang sebelumnya, Julhardi bekerja sebagai buruh kasar atau kuli Bangunan, beliau juga bersama ketiga anaknya beserta sang istri Farida Aliana Sudah 6 tahun menempati Rumah miliknya sebagai tempat tinggal Keluarga Kecil Julhard,”jelas Julhardi kepada awak Media, Kamis (06/10/2022).

“Ironisnya lagi, Zulahrdi mengatakan ” Selama 6 (Enam) Tahun Menjadi Warga Kampung Seunebok Punti belum pernah merasakan bantuan apa pun yang diusulkan dari Kampung Setempat, Baik Dari bantuan BLT Dana Desa, Bantuan PKH, Bansos dan perehapan Rumah maupun bentuk bantuan lainnya belum ada sekalipun diterima, Sedangkan Masyarakat yang rumahnya dibilang lumayan dan dibilang ada penghasilan bisa mendapatkan bantuan, baik dari BLT Dana Desa, PKH, Bansos dan bahkan ada yang mendapatkan perhapan Rumah dari Anggaran Dana Desa”, ujar Zulahrdi.

Disamping itu, Zulhardi beserta Keluarga kecilnya menyampaikan bahwa dirinya berharap kepada pemerintahan Desa agar lebih serius dalam menangani warga kampungnya khususnya terhadap warga yang kurang mampu dan yang benar – benar membutuhkan bantuan, Dan janganlah terkesan ada tebang pilih dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang ada dikampung Seunebok Punti”,ungakap Zulhardi penuh Dengan Kekecewaan.

Terkait hal ini, diminta juga kepada pihak pemerintahan Daerah Kabupaten Aceh Tamiang , agar pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang juga perlu adanya perhatian khusus terhadap Keluarga Zulhardi untuk membantu berupa perehapan Rumah agar menjadi Rumah yang layak huni seperti apa yang diharapkan oleh keluarga tersebut, Dan juga perlu adanya perhatian khusus berupa uluran Tangan dari pihak Institusi Terkait, baik dari pihak DPRK Aceh Tamiang, Pihak BUMN untuk dapat mendapat membantu demi meringankan beban ekonomi yang dijalani dari keluarga kecil Zulhardi.

Reporter ; Andi

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *