Derapperistiwa.com, | Tapung,

SMPN 11 Tapung, mengadakan Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Tahun 1444 Hijriyah pada Kamis 13-10-22.

Acara yang berlangsung penuh khitmad dan religius itu, yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an dan sari tilawah.

Kepala SMPN 11Tapung Edwin Syam S.Pd.M.Pd.dalam sambutannya menyampaikan, dengan dilaksanakannya Maulid Nabi ini dapat dijadikan momentum untuk mengingat kembali kisah perjuangan Rasul. Dari kisah tersebut, kita semua diharapkan dapat meneladani akhlak Nabi, baik dari segi keilmuan maupun budi pekertinya.

“Anak-anak semua, mari kita jadikan momentum Maulid Nabi untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita. Yang terpenting juga adalah bagaimana kita dapat mengikuti ajaran Rasul yang telah diajarkan kepada kita,” ujarnya.

Menurut Edwin Syam, sebagai siswa dapat mencoba sikap suri tauladan yang dilakukan Rasul serta menerapkan ajaran ajaran agama yang disampaikannya dalam kehidupan sehari hari.

“Salah satu ajaran tersebut seperti menerapkan hidup bersih, sebab kebersihan sebagian dari iman. Begitu pula dengan kedisiplinan yang merupakan aplikasi dari pelaksanaan sholat lima waktu,” katanya.

Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,di SMPN 11Tapung,juga di isi dengan tampilan lomba.di antaranya lomba pidato dan lomba shalawat. dengan tema, “Semoga Melahirkan Siswa Siswi yang Agamis” pemenang lomba akan di tampilkan pada acara acara kultum setiap Jumat pagi,perlombaan ini juga termasuk dalam kontek pembelajaran.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah dan di bantu oleh OSIS.juga diisi dengan ceramah agama yang disampaikan Ponidi,S.Ag.selaku guru agama.

Dalam ceramahnya, Ustadz Ponidi

menyebutkan, memaknai bulan Rabiul Awal atau dikenal dengan bulan Maulid, yaitu bulan kelahiran nabi Muhammad SAW, bulan bahagia, penuh hikmah dan bulan yang paling dinantikan Umat Islam di seluruh dunia, karena pada bulan tersebut telah lahir seorang yang Mulia yang membawa kehidupan dari gelap (jaman jahilliyah) menjadi terang.

“Nabi memiliki Akhlak mulia dan agung. Meneladani apa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW adalah bentuk ibadah. Hal ini dijelaskan dalam surat Annisa ayat 59 dan 80. Rosul adalah panutan, dengan mengikuti ajarannya Insya Allah kita selamat di dunia dan akhirat, Aamiin,” imbuh Ustadz.

Di akhir ceramahnya, Ustadz Ponidi menutup dengan do’a bersama, yang diikuti seluruh guru dan siswa lainnya.*

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *