Derapperistiwa.com, | Sukabumi –

Tindakan tidak menyenangkan hingga berujung kekerasan masih kerap dialami sebagian para driver Ojek Online (Ojol) di tanah air.

Hal ini pula yang menjadi keluhan hingga kekhawatiran sejumlah driver Ojol dalam aktivitasnya mencari rupiah lewat aplikasi itu.

Terbaru, insiden kekerasan yang dialami driver Ojol ini terjadi di Kawasan Setiabudi Jakarta, pada Rabu 2 November 2022 hingga viral di media sosial.

Tak ingin terulang kembali kejadian seperti itu, beginilah curahan hati seorang driver Ojol bernama Ray ReNus yang menyaksikan fenomena kekerasan tersebut.

SESUAI APLIKASI …

kalimat itu sekarang pasti umum masyarakat dengar.

tapi banyak masyarakat umum yang belum memahami makna atau arti kalimat tersebut bagi para driver online yang menggunakan aplikasi bisnis tersebut.

Dalam setiap orderan yang masuk via aplikasi kepada seorang driver, driver tersebut harus menyelesaikan dengan sempurna sesuai pesanan aplikasi dan wajib mendapat nilai kepuasan dari pelanggan di atas 3 bintang (dari lima bintang tanda kepuasan pelanggan atau pengguna jasa aplikasi) artinya driver juga harus siap menerima titipan atau pesan khusus tambahan dari pelanggan di luar aplikasi.

contoh orderan food untuk driver adalah mengantar dari titik A penjual ke titik B pembeli. Tapi dalam fakta di lapangan dalam suatu order, driver harus masuk suatu gedung, parkir, dan antri di loket penjualan titik A, yang kadang bisa lama.

lalu mengantar ke titik B yang kadang harus parkir juga dan jalan ke gedung yang di maksud, atau bahkan harus naik ke lantai tertentu agar pesanan bisa di terima oleh pemesan.

Dalam mengantar barang pun seperti itu, bahkan jika penerima tidak di rumah, driver harus sabar dan bolak balik telepon ke penerima. Jika barang berat harus di angkat dalam jarak lumayan di sebuah gedung pun harus siap.

Dalam mengantar penumpang atau orang, driver harus datang sesuai dengan titik dalam aplikasi agar bisa mengklik aplikasi siap jalan, dan harus mengantar ke titik sesuai aplikasi agar bisa mengklik aplikasi orderan selesai.

Masalahnya di lapangan masih banyak penumpang tidak sesuai titik penjemputan dan titik pengantaran sesuai aplikasi yang membuat driver harus cari akal agar bisa memulai dan menyelesaikan orderan sesuai aplikasi.

Permasalah utama dari hal hal di tas adalah, di perkembangan dunia aplikasi angkutan online, hari ini banyak masyarakat menjadi driver online karena keterpaksaan dan tidak ada jalan pekerjaan lain atau penghasilan lain.

dan jika driver tidak bisa menjalan dan menyelesaikan order sesuai aplikasi terancam pembekuan akun sementara atau putus akun.

parah nya lagi walau driver sudah memulai dan menyelesaikan order sesuai dengan yang di aplikasi.

Jika respon kepuasan pelanggan tidak dia atas tiga bintang (bintang 4 dan 5) Nasib driver tetap bisa di bekukan akun nya, bahkan putus akun (putus mitra).

Masalah lainnya masih banyak masyarakat atau rekan mitra ( pengguna ) yang tidak mau tau dengan aturan yang di tekankan kepada driver online di dalam sistem.

Dan mereka ikut mempersulit para driver dalam menjalankan tugas pelayanan nya SESUAI APLIKASI dan harus dengan nilai kepuasan pelanggan yang tinggi.

seperti ada beberapa wilayah di larang angkutan online lewat, atau bahkan beberapa area driver online di larang masuk.

lucu nya lagi banyak yang tau bahwa setiap driver online wajib Makai seragam (jaket) identitas sebagai driver, tapi saat mengantar suatu pesanan ke dalam sebuah gedung publik atau umum di paksa buka jaket atau gak boleh masuk, saat terdeteksi driver tidak menggunakan atribut, driver bisa tidak dapat orderan selama satu sampai tiga hari (walau banyak driver juga enggan memakai atribut).

Di beberapa kasus, penjaga keamanan dengan alasan perintah atasan melarang ojol melintas, masuk, memakai jaket atribut kedalam area mereka bekerja, sementara driver dalam menyelesaikan aplikasi, wajib melintas, masuk atau memakai atribut.

Ini juga di lapangan sering jadi masalah antara pihak keamanan (satpam) dan driver. Bahkan di banyak kasus sering terjadi pemukulan dan tindakan kekerasan lainnya dari pihak keamanan area atau gedung kepada para driver.

Seperti hari ini 2 November 2022 di Jakarta kembali dan terulang lagi, pemukulan kepada driver oleh pihak keamanan gedung (satpam) dengan benda tumpul hingga kepala sang driver mengalami pendarahan ringan.

Dan membuat ratusan driver terpancing emosi dan menggeruduk gedung tersebut, untuk meminta pertanggung jawaban sang pelaku anggota keamanan gedung tersebut.

Para para ketua komunitas driver online berharap hal hal seperti ini tidak perlu terulang lagi. Karena para komunitas sedang fokus untuk berjuang memperbaiki sistem kerja antara driver dan pihak aplikasi, serta bersama pemerintah pusat maupun daerah menyusun peraturan atau perundangan yang lebih baik untuk semua, baik untuk driver, pengguna dan masyarakat umum, pihak aplikasi juga pemerintahan.

Jangan pancing emosi aliansi atau komunitas dan paguyuban driver angkutan online yang sudah lebih dari 10.000.000 driver untuk roda dua, dan sekitar 6.000.000 driver untuk roda empat.

Bukan mereka takut. Tapi mereka semua sedang fokus berusaha lebih baik untuk semua. Lebih baik dalam pelayanan. Lebih baik dalam hukum dan perundangan.

lebih baik dalam penghasilan dan menafkahi keluarga.

dan lebih baik dalam belajar manfaat sebagai bagian dari Republik ini.

Maka sekali lagi, saya Ray ReNus berharap kepada setiap masyarakat dan perusahan perusahan di Indonesia.

Untuk memberi ruang bagi kami untuk bekerja dan melayani.

Kami pun keras kepada para driver atau saudara seperjuangan kami, jika mereka melanggar hukum dan melakukan hal kriminal.

TEGUR dan ARAHKAN kami, jika salah satu dari kami berbuat salah. Tangkap dan proses kami. Jika salah satu dari kami melakukan kegiatan kriminal dan melanggar hukum.

Tapi STOP TINDAK KEKERASAN kepada driver online,agar kami bisa terus melembut dan memperbaiki diri.*

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *