Derapperistiwa.com, | Pekanbaru,

Menindak lanjuti atas adanya keluhan masyarakat kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Indonesia,Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Riau.

Keluhan masyarakat selama ini terkait adanya limbah atau pembuangan kotoran melalui selokan yang berasal dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Kota Pekanbaru, yang menimbulkan bau tak sedap akibat dari drainase atau parit yang di penuhi tumpukan kotoran dari Lapas tersebut

Merujuk dari adanya keluhan masyarakat DPD LSM Penjara Indonesia Riau, mencoba mengirimkan surat audensi, klarifikasi, dan konfirmasi kepada pihak Lapas dengan Nomor Surat 069/LSM-PJRI/DPD-RIAU/XI/2022, pada tanggal 08 November 2022 lalu.

Tiga Minggu menanti jawaban dari pihak Lapas perempuan kelas II A, pihak lapas terkesan tidak menghiraukan atau terkesan abaikan surat konfirmasi, klarifikasi tersebut.

Merasa diabaikan, DPD LSM Penjara Indonesia Riau, berupaya menyambangi Lapas perempuan untuk mempertanyakan sejauh mana perkembangan atau resfon kalapas.

Pada tanggal 22 November 2022, tim LSM dan awak media kembali menyambangi Lapas dengan maksud dan tujuan yang sama, setibanya disana Tim bertemu dengan Tengku bagian Kaur Umum di Ruang tunggu Lapas Perempuan kelas IIA tersebut.

Setibanya disana, Tri Wahyudi Wakil Sekretaris LSM Penjara Indonesia DPD Provinsi Riau meminta untuk berdiskusi didalam ruangan, namun sangat disayangkan pihak Lapas malah mengatakan tidak memiliki ruang tamu.

Terkesan dengan ekspresi kebingungan dan tidak mautau, bahkan terkesan memang sengaja untuk berpura-pura tidak tahu,Tengku malah melontarkan kata kata yang tidak pantas kepada awak media dan LSM,

“Kita pecahkan disini saja pak, apa rupanya persoalannya”.ucap tengku.

“Kami tidak memiliki ruangan untuk tamu, hanya ruangan Kalapas saja” Imbuhnya.

“Terkait dengan surat bapak, tidak ada kotoran disini, limbahnya juga tidak bau, kalau masalah air di parit ini ya urusan dinas PU, dan tidak ada juga masyarakat yang komplain”. Tutupnya dengan nada keras.

Menanggapi pernyataan tersebut, tim LSM dan awak media menilai Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru memang sengaja mencari pembenaran dengan menyalahkan pihak dari Dinas Penataan Ruang (PU) kota Pekanbaru, atas limbah mereka yang menggenangi sepanjang drainase yang berada tepat di bahu jalan lapas dan disekitar pemukiman masyarakat.

Sebelum tim LSM dan awak media meninggalkan Lapas, tengku menjanjikan pertemuan esok hari pada tanggal 23/11/2022 .

Pada hari yang telah di tentukan, tim LSM dan awak media kembali menyambangi lapas tersebut untuk berdialog mengenai duduk permasalahan yang ada. sungguh di luar dugaan, Tengku yang menjanjikan pertemuan tersebut malah sengaja mangkir dari janji nya tanpa alasan yang jelas, bahkan bagian pelayanan juga tidak memberikan keterangan kemana perginya pejabat Lapas Perempuan kelas IIA Kota Pekanbaru,

Daniel Gultom sebagai Ketua investigasi LSM Penjara Indonesia mempertanyakan kinerja Kalapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru.

“Ada apa dengan Lapas Perempuan ini…? Kenapa dia membohongi LSM dan kawan-kawan Media” Ucapnya,

“Beberapa kali kita ke Lapas ini, Kalapas juga tidak pernah berada di kantor, alasan selalu dinas luar”.tambahnya,

” Kami berharap Kanwil Kemenkumham untuk mengevaluasi kinerja Kalapas Perempuan kelas IIA Pekanbaru ini, jangan sampai ini menjadi contoh yang tidak baik bagi Lapas lain dan kalau seperti ini kinerjanya, menurut kami sama saja dengan mencoreng arang hitam di kening Kanwil Kemenkumham yang sudah terapresiasi dengan baik oleh masyarakat.

Diakhir penyampaiannya, Daniel berharap kepada Menteri Hukum dan Ham ‘ Yasona Laoly ‘ dapat mengetahui bagaimana alerginya bawahannya ( kalapas perempuan kelas IIA kepada awak media dan LSM, ucap Daniel L Gultom. (Hery Wahyudi)

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *