Derapperistiwa.com, | Pekanbaru,

Viralnya  pemberitaan siswi di SD 024 Petapahan jaya di berbagai media online sejumlah pengacara dari berbagai daerah dan provinsi prihatin dan angkat bicara, mewakili berbicara dari berbagai kantor hukum / taem lawyer M.ali,SH.MH sangat menyayangkan kejadian tersebut.

“Sangat disayangkan kalau seorang guru ada berkelakuan tidak elok kepada anak didiknya sampai mengucapkan perkataan dengan nada ancaman akan mengeluarkan anak didik hanya karena saudara siswi tersebut membawa sepeda motor ke lingkungan sekolah saat menjemput adixnya di sekolah tersebut, itu perkataan yang sangat tidak baik seperti preman jalanan. Sekolah SD negri adalah milik pemerintah bukan milik pribadi para guru dan atau kepala sekolah.ujar ali

Jelas ini bertentangan dengan Undang-undang No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional tepatnya Pasal 4 ayat (1) Pendidik diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural dan kemajemukan bangsa.

Pasal 5 ayat (1) setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh Pendidikan yang bermutu. Pasal 6 ayat (1) Setiap warga yang yang berusia tujuh tahun sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar.pungkas M.ali.SH.MH

di ketahui di dalam pemberitaan media bahwa “”Diduga adanya Oknum Guru Ancam Akan Keluarkan siswi SD 024 Petapahan jaya dan akhirnya Wali Murid Lapor Ke Disdikpora kabupaten Kampar dan meminta Perlindungan tentang pendidikan Pada Anaknya Serta agar ada tindakan tegas terhadap Oknum Guru tersebut.

Sesuai keterangan anaknya (rohani) saat di tanya di dinas pendidikan kabupaten Kampar,, kejadian kamis 9/2/2023 disinyalir adanya ancaman dari oknum guru SD 024 Petapan Jaya Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Riau inisial (*) melontarkan dugaan dana ancaman kepada siswa kelas 1c yang bernada “jikalau kakak mu masih masih berani membawa sepeda motornya didalam pekarangan sekolah saya akan keluarkan kamu (rohani) dari sekolah” ujar rohani anak 9 tahun menjelaskan saat di tanyai sambil ketakutan dan hampir menangis di disdikpora kabupaten kampar

Orang tua siswa SD 024 Petapan Jaya mendapat keterangan anaknya sekitar pukul 10 malam yang mana orang tua murid baru pulang dari luar provinsi ,besoknya lansung mendatangi Disdikpora kabupaten Kampar pagi jumat 10/2/2023 membuat pengaduan dan meminta perlindungan pendidikan anaknya kepada kadis disdikpora kab.kampar.

Dengan adanya laporan dari orang tua siswa Disdikpora kabupaten Kampar Plt kadis Disdikpora ( M.Aidil SH MS.i ) yang di wakili oleh kabid pembinaan ketenangan ( Admiral S.pd MS,i) yang di wakili oleh kasi ketenangan SD ( Akmal SH ) Di ruangan kerjanya Menyampaikan bahwa kami akan segera menindaklanjuti laporan dugaan berdana ancaman akan mengeluarkan siswa dari sekolah SD 024 Petapahan jaya tersebut dalam waktu dekat dan secepatnya, jelas Akmal

Lanjutnya kami pihak dinas juga akan memanggil para pihak ke disdikpora oknum guru melontarkan kata- kata dugaan ancaman tersebut, ujarnya.

Ditempat pisah orang tua siswa mengadakan konfrensi Perss di depan kantor Disdikpora kabupaten Kampar di depan sejumlah wartawan saat di wawancarai ia menuturkan kedatangannya ke disdikpora dalam rangka melaporkan kejadian yang di dengarnya dari anaknya 9tahun (rohani)

Dan saya meminta perlindungan sekolah dan masa depan sekolah anak saya yang mana ia bersekolah di SD 024 Petapahan jaya dan saya meminta jaminan resmi tertulis dari pihak dinas disdikpora kabupaten kampar.ucapnya

Dan ia berharap para guru jangan kayak bahasa preman jalanan, lebih baik gunakanlah bahasa yang lebih baik dan tidak membuat anak-anak sekolah ketakutan. Untuk tidak lanjut kedepannya ia dan tim serta beberapa pengacara/lawyer tidak tertutup kemungkinan akan membuat laporan ke instansi terkait lainnya baik itu ke inspektorat dan KPAI provinsi riau.tegasnya

Di grup whatsApp sekolah kelas 1c SD 024 saat orang tua murid menanyakan kejadian tersebut ada salah satu guru mengatakan “”Kalau menjemput anak itu kan hanya sampai luar pagar pak,kok kereta nya masuk kedalam sekolah itu kan sudah peraturan sekolah. “”Ya kalau ada yg melanggar peraturan ya kami pihak sekolah berkewajiban menegur pak,

Dan orang tua murid menjawab pesan WhatsApp grup tersebut “”apakah tidak ada lagi bahasa lain selain dana ancaman akan mengeluar dari sekolah”

Di tempat terpisah kepala sekolah SD negri 024 Petapahan jaya saat orang tua murid memberitahukan kejadian tersebut dan menanyakan kepada kepsek melalui pesan whatsApp (kepsek) menuturkan bahwa “”Waalaikumsalam

Anak na kls brp bg, biar bsok saya cek”” pungkasnya melalui pesan whatsApp.**S.Lafau

Editor : Pajar Saragih / redaksi.

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *